Bupati PPU Mudyat Noor saat melaksanakan kegiatan Safari Jumat yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Darul Aman RT 001, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali melaksanakan kegiatan Safari Jumat yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Darul Aman RT 001, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Jumat (22/05/2026).
Rangkaian kegiatan meliputi gotong royong membersihkan area masjid dan lingkungan sekitar, pemeriksaan kesehatan gratis, sholat Jumat berjamaah, dan dialog.
Dalam sambutannya, Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan kegiatan silaturahmi bersama masyarakat merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk mempererat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Ia menjelaskan, kegiatan Safari Jumat di Kecamatan Waru merupakan titik keempat setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Penajam, Babulu, dan Sepaku. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang komunikasi aktif antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bertemu, berdialog, dan saling bertukar informasi. Apabila ada hal-hal yang belum diketahui pemerintah daerah, masyarakat bisa menyampaikan secara langsung. Begitu pula program-program pemerintah dapat kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjalankan agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog dan penyampaian aspirasi secara langsung.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah apabila terdapat persoalan maupun aspirasi yang ingin disampaikan. Menurutnya, masyarakat dapat berkoordinasi langsung dengan perangkat daerah terkait sesuai bidang masing-masing.
“Kalau ada persoalan perikanan bisa disampaikan ke dinas perikanan, kalau pertanian ke dinas pertanian, dan kalau infrastruktur ke PUPR. Mari kita bicarakan bersama dengan baik agar setiap persoalan dapat dicari solusi bersama,” ucapnya.
Selain itu, Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga informasi yang beredar di masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun berita yang tidak berimbang.
Ia berharap hubungan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga tercipta kebersamaan dalam membangun daerah.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait sektor perkebunan, kondisi sarana ibadah, hingga penanganan lingkungan di sekitar masjid.
Salah seorang warga menyampaikan keluhan terkait turunnya harga sawit yang dalam tiga hari terakhir mengalami penurunan sekitar Rp800,- per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berdampak terhadap pendapatan para petani sawit.
Ia menanyakan langkah pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi tersebut sekaligus meminta masukan mengenai langkah yang dapat dilakukan para petani menghadapi penurunan harga sawit.
Menanggapi hal ini, Bupati PPU Mudyat menjelaskan bahwa penurunan harga sawit dipengaruhi berbagai faktor, termasuk dinamika pasar global serta kebijakan tata niaga sawit nasional.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten PPU juga tengah merencanakan modernisasi sektor perkebunan agar rantai distribusi sawit masyarakat, khususnya plasma, dapat lebih efisien dan harga lebih terkendali.
Lebih lanjut, perwakilan pengurus dan takmir Masjid Darul Aman juga turut menyampaikan aspirasi dan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu kegiatan gotong royong dan kebersihan lingkungan masjid. Dalam kesempatan ini, pengurus masjid menyampaikan kondisi menara masjid yang mengalami pergeseran hingga menyebabkan retakan pada bangunan utama masjid.
Berdasarkan hasil rapat internal, pengurus mempertimbangkan pembongkaran menara demi keselamatan jamaah dan menjaga bangunan induk masjid yang telah berdiri cukup lama. Namun demikian, keterbatasan kemampuan keuangan menjadi kendala utama sehingga dukungan dan arahan dari pemerintah daerah terkait langkah terbaik yang harus dilakukan sangat dibutuhkan.
Selain itu, takmir masjid turut menyampaikan aspirasi terkait peningkatan insentif bagi marbut dan imam masjid yang saat ini menerima bantuan sebesar Rp200.000,- per bulan.
Dalam dialog lebih lanjut, salah seorang tokoh masyarakat menjelaskan bahwa Masjid Darul Aman telah berdiri sejak tahun 1979 dan awalnya hanya berupa langgar sederhana. Seiring perkembangan waktu, area masjid dinilai sudah tidak lagi memadai, terutama saat jumlah musafir meningkat.
Ia mengusulkan agar menara masjid dibongkar selain karena faktor keselamatan, juga untuk memberikan ruang perluasan bangunan masjid. Selain itu, kawasan masjid juga sering terdampak genangan air saat pasang.
Sebagai bentuk dukungan, tokoh masyarakat tersebut berencana menghibahkan sebagian lahannya di belakang masjid untuk perluasan area masjid dan pembangunan tanggul penahan air. Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu fasilitasi administrasi hibah serta mendukung pengembangan kawasan masjid.
Menyikapi hal tersebut, Bupati PPU Mudyat menyampaikan pemerintah daerah akan membantu melalui dinas teknis terkait untuk meninjau kondisi bangunan menara yang mengalami pergeseran.
Untuk rencana perluasan masjid dan pembangunan tanggul, Mudyat memastikan pemerintah daerah siap membantu melalui dukungan alat berat dan bantuan teknis dari dinas terkait.
Menanggapi kekurangan peserta kurban, Bupati meminta dinas terkait membantu melengkapi kekurangan satu peserta agar target dua ekor sapi kurban dapat terealisasi tahun ini.
Sementara terkait aspirasi kenaikan insentif marbut dan imam masjid, Mudyat menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih melakukan perhitungan kemampuan anggaran daerah dan berharap kondisi APBD ke depan semakin membaik sehingga kesejahteraan marbot dapat ditingkatkan. (*)

