SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Wakil Bupati Abdul Waris Muin resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (DPD-KKSS) Kabupaten Penajam Paser Utara periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Harian Badan Pengurus Wilayah KKSS Kalimantan Timur Ridwan Tassa di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD PPU, pimpinan perangkat daerah, Ketua Lembaga Adat Paser (LAP), tokoh agama, tokoh adat, ketua paguyuban se-Kabupaten PPU, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Abdul Waris Muin menegaskan bahwa warga Sulawesi Selatan yang tergabung dalam KKSS akan terus memegang teguh prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya dan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika.
Ia mengajak seluruh warga KKSS untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dengan semangat Sipakatau dan Sipakalebbi, saya yakin warga KKSS dapat menjadi contoh paguyuban yang santun, harmonis, serta mampu menjaga hubungan baik dengan seluruh suku dan etnis di Penajam Paser Utara,” ujarnya.
Waris juga menekankan pentingnya falsafah Bugis-Makassar “Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge” yang bermakna saling menolong, saling menguatkan, dan saling mengingatkan sebagai landasan memperkokoh persatuan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Ibu Kota Nusantara menjadikan Penajam Paser Utara sebagai daerah strategis yang akan menarik masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang budaya. Karena itu, warga KKSS diminta terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas agar mampu bersaing serta berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
“KKSS harus hadir menjadi perekat kebersamaan dan mitra pembangunan daerah yang mampu menjaga suasana aman, harmonis, dan kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, Ridwan Tassa dalam arahannya menyampaikan bahwa nilai budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang diwariskan leluhur memiliki makna mendalam dalam membangun solidaritas dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai, jika falsafah “Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge” diterapkan secara konsisten, maka KKSS akan mampu menjadi organisasi yang berperan besar dalam menciptakan keharmonisan sosial serta mendukung pembangunan daerah.
“Orang Sulawesi Selatan memiliki semangat saling membantu, menjaga persaudaraan, dan menghormati sesama. Nilai inilah yang harus terus dijaga agar KKSS menjadi perekat seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah PPU Tohar yang mewakili Bupati PPU menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD-KKSS Kabupaten Penajam Paser Utara yang baru dilantik.
Ia mengatakan, KKSS memiliki posisi strategis sebagai organisasi paguyuban yang tidak hanya menjaga nilai budaya dan silaturahmi masyarakat Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah berharap KKSS dapat terus memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan masyarakat, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Tohar menambahkan, pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi paguyuban dan kedaerahan, guna mewujudkan Kabupaten Penajam Paser Utara yang aman, sejahtera, dan berdaya saing di tengah perkembangan IKN. (*)

