SUMBERNUSANTARA.CO.ID, BABULU – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, meninjau langsung lokasi yang direncanakan sebagai kawasan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu, Selasa (6/7/2026).
Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten PPU yang sebelumnya dipimpin oleh Wakil Bupati. Salah satu kesepakatan dalam rapat tersebut adalah melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan pembangunan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka PPU, serta Camat Babulu.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dari berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik, aksesibilitas, status lahan, hingga kesesuaiannya dengan rencana pengembangan kawasan pendidikan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari proses sinkronisasi antar perangkat daerah agar tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara terarah.
Wakil Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah titik di lokasi yang diusulkan sekaligus menerima pemaparan teknis dari perangkat daerah terkait mengenai kondisi eksisting lahan serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sebelum pembangunan dimulai.
Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan sarana pendidikan yang representatif, modern, dan terintegrasi. Kehadiran sekolah tersebut juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan berkualitas seiring pesatnya perkembangan wilayah PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Melalui peninjauan lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan mengedepankan perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan lahan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (*)

