Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten PPU Tahun 2026.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperkuat profesionalisme dan kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten PPU, Sodikin, saat menghadiri Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI PPU Tahun 2026 di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Rabu (26/8/2026).
Konkerkab tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU Muchtar, Ketua PGRI Kabupaten PPU Dian Ibrahim Jamal, jajaran Disdikpora, serta sejumlah pihak terkait.
Dalam sambutannya, Sodikin mengatakan Konkerkab menjadi momentum bagi PGRI untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Menurutnya, forum tersebut juga penting untuk memperkuat soliditas dan komitmen anggota PGRI dalam menjalankan peran organisasi sebagai wadah profesi sekaligus perjuangan guru.
“PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga wadah perjuangan para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperjuangkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia,” jelas Sodikin.
Ia menegaskan, PGRI memiliki peran strategis dalam memperjuangkan perlindungan, profesionalisme, dan kesejahteraan anggotanya. Karena itu, program kerja yang dirumuskan dalam konferensi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi guru dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di PPU.
Sodikin juga meminta seluruh proses konferensi dilaksanakan secara demokratis, transparan, objektif, tertib, dan bertanggung jawab. Setiap keputusan, kata dia, harus diarahkan pada kepentingan organisasi dan kemajuan pendidikan.
“Setiap usulan hendaknya diarahkan untuk kepentingan organisasi dan kemajuan pendidikan, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.
Ia berharap program kerja yang dihasilkan bersifat realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan. Program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan anggota, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Konferensi PGRI hendaknya tidak hanya menjadi forum administratif organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan gagasan konstruktif dan program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan guru serta dunia pendidikan,” katanya.
Sodikin juga mendorong PGRI PPU memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kolaborasi antarpihak diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
“Dengan kebersamaan dan kerja nyata, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih maju, berkualitas, dan berkeadilan di Kabupaten Penajam Paser Utara,” pungkasnya.
Sodikin kemudian membuka secara resmi Konkerkab PGRI PPU Tahun 2026. Ia berharap forum tersebut menghasilkan keputusan dan program kerja yang mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta mendorong kemajuan pendidikan di PPU.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikpora PPU Muchtar mengatakan Konkerkab PGRI diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten PPU.
Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan membutuhkan inovasi dan terobosan agar mampu mengikuti perkembangan zaman serta menjawab kebutuhan peserta didik.
Muchtar juga mendorong para guru dan seluruh insan pendidikan untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perubahan, dan mengembangkan inovasi dalam proses pembelajaran.
“Harapan kita dunia pendidikan di Kabupaten PPU semakin maju melalui berbagai inovasi yang dilakukan oleh para guru dan seluruh insan pendidikan,” ujarnya.
Konkerkab PGRI PPU Tahun 2026 diharapkan menjadi forum untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, profesionalisme, serta kesejahteraan tenaga pendidik di Kabupaten PPU. (Adv)

