Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin (tengah), bersama Direktur Perumda Danum Taka, Abdul Rasyid (kiri), dan Sekretaris DPUPR PPU, Muhammad Ali Mushthofa (kanan), meninjau Embung Buluminung PPC dan Embung Lawe-lawe. (doc.humaspemkabppu)
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi krisis air bersih akibat ancaman fenomena El Nino berkepanjangan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memastikan ketersediaan sumber air baku melalui peninjauan sejumlah embung yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, bersama Direktur Perumda Danum Taka, Abdul Rasyid, dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, Muhammad Ali Mushthofa, meninjau Embung Buluminung PPC dan Embung Lawe-lawe, Rabu (4/11/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi serta potensi kedua embung sebagai sumber air baku yang dapat dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah ini menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan air baku yang saat ini masih dialami masyarakat di Kecamatan Penajam.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, mengatakan peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempersiapkan cadangan air guna menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan berpengaruh terhadap ketersediaan air pada 2027 hingga 2028.
Menurutnya, kesiapan sumber air baku perlu menjadi perhatian sejak dini agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi ketika memasuki musim kemarau berkepanjangan.
“Kami berharap keberadaan Embung Buluminung PPC dan Embung Lawe-lawe dapat menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan air baku, sehingga kebutuhan masyarakat Kecamatan Penajam dan sekitarnya tetap terpenuhi, terutama saat menghadapi musim kemarau berkepanjangan,” kata Waris.
Pemerintah Kabupaten PPU berharap kedua embung tersebut dapat menjadi alternatif sumber air baku dalam mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat. Peninjauan ini juga menjadi bagian dari langkah persiapan daerah untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air akibat perubahan kondisi iklim.
Melalui upaya tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan potensi sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kekurangan pasokan air bersih pada periode El Nino mendatang. (Adv)

