Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara berupaya mengoptimalkan Pelabuhan Benuo Taka di Kelurahan Buluminung sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah. Upaya ini dilakukan melalui perbaikan infrastruktur serta pembentukan Badan Usaha Pelabuhan guna menarik pelaku usaha.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara, Agus Dahlan, mengakui pelabuhan tersebut merupakan salah satu kontributor PAD terbesar ketiga di daerah. Meski potensinya besar, fasilitas yang ada saat ini masih sangat terbatas.
“Pelabuhan itu merupakan salah satu potensi PAD terbesar ketiga. Hanya saja, fasilitas kita di sana masih minim, sementara kita dituntut PAD yang besar,” ujarnya.
Kebutuhan mendesak di kawasan pelabuhan mencakup pembangunan tangki timbun untuk komoditas minyak sawit mentah atau CPO. Selain itu, diperlukan pula peningkatan akses jalan, pembangunan gudang, hingga fasilitas perkantoran untuk mendukung operasional.
Agus menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan saat ini beralih fungsi menjadi regulator. Sementara itu, operasional pelabuhan akan diserahkan kepada Badan Usaha Pelabuhan yang baru dibentuk untuk bekerja sama dengan pihak swasta.
“Ke depannya kita sudah ada BUP yang sudah kita bentuk. Kita harapkan BUP ini bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha, sehingga PAD kita akan bertambah,” tegasnya.
Dalam skema kerja sama tersebut, keuntungan bersih yang dihasilkan akan dibagi dalam bentuk dividen. Pemerintah daerah akan menerima pembagian hasil setelah pelabuhan beroperasi secara maksimal bersama mitra usaha.
Saat ini, pemerintah telah memberlakukan beberapa tarif retribusi di kawasan pelabuhan. Di antaranya adalah tarif masuk kendaraan sebesar Rp10 ribu per unit serta retribusi curah basah dan curah kering sebesar Rp15 ribu per ton.
Khusus untuk komoditas pasir yang didatangkan dari Batu Licin, dikenakan retribusi sebesar Rp500 ribu per ton. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target pendapatan daerah melalui sektor kemaritiman. (Adv)

