Kepala BPBD PPU, Nurlaila.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino yang diprediksi berlanjut pada Maret hingga Mei 2027.
Kesiapan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun petugas dalam penanganan kondisi darurat.
Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan pemerintah daerah perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan penanganan sejak dini. Upaya tersebut meliputi penguatan sarana dan prasarana, ketersediaan peralatan pendukung, hingga kesiapan personel yang akan diterjunkan apabila terjadi kondisi darurat.
“Prediksinya Maret, April, Mei 2027 itu lanjut El Nino lagi. Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara bersama seluruh stakeholder terkait benar-benar mengoptimalkan langkah-langkah kesiapsiagaan, baik terkait penguatan peralatan maupun kesiapan personel,” ujarnya.
Selain kesiapan peralatan dan personel, BPBD PPU juga mulai mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi dijadikan tempat penampungan air. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan terbatasnya ketersediaan air saat fenomena El Nino berlangsung.
Nurlaila menjelaskan, berdasarkan arahan Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, pihaknya telah mengidentifikasi beberapa lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk penampungan air. Di antaranya berada di belakang Kantor BPBD PPU, tepatnya di belakang gudang aset, serta sejumlah titik di sekitar belokan kawasan perusahaan daerah (Perusda).
Meski demikian, pemanfaatan lokasi penampungan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan. BPBD akan mempertimbangkan jarak antara lokasi penampungan dengan titik kejadian agar kebutuhan air dapat dijangkau lebih dekat.
“Beberapa lokasi penampungan sudah kami identifikasi, di antaranya di belakang Kantor BPBD, belakang gudang aset, serta di sekitar belokan Perusda. Namun, berdasarkan kondisi kejadian di lapangan, tentunya kami akan memilih lokasi yang lebih dekat dengan titik kejadian,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan sejumlah titik penampungan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kekeringan. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih efektif sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah yang terdampak.
BPBD PPU berharap seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait dapat memaksimalkan persiapan menghadapi potensi El Nino pada 2027, sehingga risiko dampak kekeringan dapat diantisipasi sejak dini. (Adv)

