SumberNusantara, PENAJAM – Mewujudkan Desa Mandiri memerlukan adanya sinergitas atau kerjasama terkait perencanaan pembangunan mulai tingkat Desa hingga Kabupaten. Hal tersebut di ungkapkan oleh Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Raup Muin.
“Untuk mewujudkan desa mandiri, pemerintah desa perlu berkomunikasi dan berkoordinasi terkait perencanaan pembangunan baik itu fisik atau non-fisik. Karena dengan komunikasi dan koordinasi itu perlu dilakukan agarn pembangunan desa bisa berjalan sesuai dengan visi misi Pemerintah ,” kata Raup Muin, Sabtu (11/11/2023).
Pemerintah setempat berupaya meningkatkan pembangunan dan perekonomian di setiap desa untuk mewujudkan desa mandiri.
“Yang jelas kita mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan status desa mandiri,” ucapnya.
Sekedar informasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU telah menargetkan di 2024 mendatang, seluruh desa menjadi desa mandiri.
Sampai saat ini desa dengan status mandiri, antara lain Desa Girimukti, Sidorejo, Giripurwa, Sesulu, Bangun Mulya, Babulu Darat, Gunung Makmur, Rintik, Gunung Mulya. Labangka Barat, Tengin Baru, Bukit Raya, Sukaraja, Bumi Harapan, Argo Mulyo, Semoi Dua, Binuang dan Desa Telemow.
Raup juga berpesan kepada para petugas pendamping desa agar meninggalkan pola lama penyusunan program Anggaran Pendapatan Belanja Desa atau APBDes dan diganti dengan mengacu penilaian indeks desa membangun (IDM).
“IDM tersebut meliputi ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kami optimistis jika kerja sama lintas wilayah berjalan, maka target jumlah desa mandiri di Kabupaten Penajam Paser Utara bisa terlampaui,” pungkasnya. (Adv/mad/red)

