
SumberNusantara, PENAJAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Sujiati menilai kualitas rumput laut pasca panen di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, harus menjadi perhatian.
Selama ini petani tambak rumput laut masih menerapkan sistem manual setelah panen sehingga berdampak terhadap harga jual.
“Selama ini petani masih tradisional pasca panennya masih manual. Makanya kami akan mencoba lakukan upaya-upaya biar harga nilai jualnya tinggi,” ungkapnya, Jumat (25/10).
Selama ini harga jual rumput laut per kilogramnya Rp3.000 per kilogram lantaran penjualannya dilakukan tanpa proses pemilahan.
Proses pemilahan dilakukan lantaran selama ini petani pasca panennya tidak menerapkan teknik penjemuran yang tepat.
Mereka tidak menggunakan waring atau alas jemur lainnya sehingga dalam proses pengeringan rumput laut langsung bersentuhan dengan tanah tambak.
“Kalau sudah di size (pilah) pengepul, itu Rp6.000 per kilogram karena mereka yang memilah. Selama ini kan habis panen dijemur di tanah begitu saja, makanya kotor,” akunya.
Oleh karenanya, kata Sujiati ke depan akan terus memberikan edukasi kepada para petani rumput laut di daerah pemilihannya tersebut.
Bahkan, akan berupaya untuk menyalurkan bantuan guna mengatasi persolan pasca panen yang saat ini terjadi.
“Saya akan support untuk meningkatkan kualitas rumput lautnya biar harganya lebih bagus,” tutupnya. (Adv)