
SumberNusantara, PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan menyalurkan 60 ribu kelambu kepada masyarakat di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. Hal tersebut sebagai upaya mencegah penularan penyakit malaria di Kecamatan Sepaku.
“Langkah yang kita ambil ini sebagai respon terhadap tingginya resiko penularan malaria,” kata Kepala Dinkes PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, Jum’at (27/9).
Ia juga mengatakan bahwa kasus malaria di Kecamatan Sepaku sebagian besar berasal dari luar daerah.
Semua kasus malaria di Sepaku merupakan kasus impor dari luar daerah seperti Sulawesi Barat, NTT hingga Papua.
“kami berupaya memastikan tidak ada nyamuk Anopheles (malaria) yang dapat menggigit pasien dan kemudian menularkannya kepada masyarakat yang belum terjangkit,” ujarnya.
Adapun strategi yang dilakukan oleh Dinkes PPU yakni dengan memberikan briket larva di genangan air yang bertujuan membunuh jentik-jentik nyamuk dan juga menyalurkan 60 ribu kelambu.
Diakuinya, pendistribusian 60 ribu kelambu tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk melindungi masyarakat setempat dari malaria.
“Pencegahan ini memang sangat penting, terutama bagi masyarakat yang rentan seperti ibu hamil,” tutupnya. (Adv)