SumberNusantara, PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar di SMPN 13 PPU, Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru, Jum’at (14/11/2025).
PSN dan G1R1J dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinkes PPU, Jansje Grace Makisurat memaparkan kondisi terbaru terkait kasus DBD dan malaria di Kabupaten PPU. Ia menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan kasus DBD, dipengaruhi mobilisasi penduduk yang tinggi terutama di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hingga Oktober 2025, tercatat 224 kasus DBD di Kecamatan Waru, di mana Desa Bangun Mulio menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Kondisi tersebut menjadi alasan dipilihnya Waru sebagai pusat pencanangan gerakan PSN tingkat kabupaten.
“Tahun 2024, PPU menjadi peringkat pertama nasional penyumbang kasus DBD. Untuk tahun 2024, total kasus mencapai 1.484, dengan jumlah tertinggi di Desa Bumi Harapan. Di Kecamatan Waru sendiri terdapat 184 kasus,” ujarnya.
Selain DBD, Grace juga menyampaikan perkembangan penanganan malaria. Pada 2023, terdapat 1.315 kasus malaria dengan annual parasite index (API) di atas 5. Pada 2024 angka tersebut turun menjadi 2,1, dan hingga Oktober 2025 kembali turun menjadi 0,8.
“Ini kemajuan besar. Semoga tetap di bawah 1 agar kita bisa mulai tahapan eliminasi malaria pada 2026 dan mencapai target eliminasi tahun 2027, lebih cepat dari target nasional tahun 2030,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan aksi serentak PSN di 11 puskesmas di seluruh Kabupaten PPU, dengan fokus pada wilayah yang memiliki kasus DBD tinggi.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh jentik. Karena itu kerja bakti membersihkan tempat penampungan air jauh lebih efektif,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, secara simbolis Dinkes PPU juga membagikan kelambu dan larvasida (Abate) kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penerima. (Adv)

