Wabup PPU Abdul Waris Muin saat melakukan monitoring langsung ke SDN 038.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin melakukan monitoring langsung ke SDN 038 guna melihat kondisi sarana dan prasarana serta proses belajar mengajar di lingkungan sekolah yang masih berada dalam satu kawasan dengan jenjang pendidikan lainnya. Jumat (6/2/2026).
Turut hadir Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) PPU Dr. Indrayani, M.Pd dan Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Durajat.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, rombongan meninjau sejumlah ruang kelas dan fasilitas pendidikan yang digunakan bersama oleh SDN 038, SMPN 21, dan SMAN 8 dalam satu atap. Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan sarana belajar yang cukup signifikan dan membutuhkan perhatian serius.
Dari hasil peninjauan di lapangan, ditemukan keterbatasan ruang belajar yang mengakibatkan beberapa siswa harus memanfaatkan ruang laboratorium maupun ruangan yang tidak sesuai peruntukannya sebagai kelas. Situasi ini dinilai kurang ideal bagi kelancaran proses pembelajaran.
Selain itu, terdapat pula ruang kelas yang hanya dipisahkan menggunakan sekat sederhana. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar antar kelas saling terdengar, sehingga mengganggu konsentrasi siswa dan efektivitas kegiatan belajar mengajar.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menyampaikan keprihatinan atas kondisi sekolah satu atap yang telah berlangsung cukup lama dan memerlukan perhatian serius.
“Kami melihat langsung kondisi ruang belajar yang sangat terbatas. Ada kelas yang menggunakan ruang tidak layak bahkan hanya disekat sederhana. Ini tentu perlu perhatian serius agar anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman dan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten PPU akan terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di SDN 038 Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Kondisi SDN 038 saat ini membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi ruang belajar maupun fasilitas pendukung lainnya. Kami berharap ada langkah konkret sehingga layanan pendidikan bagi siswa dapat lebih layak dan representatif,” tambahnya.
Selain kebutuhan ruang kelas baru, sarana pendukung pendidikan juga menjadi perhatian, termasuk pembangunan mushola sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan pendidikan agama bagi peserta didik, khususnya di tingkat sekolah dasar.
“Pembentukan karakter siswa sejak dini sangat penting, salah satunya melalui penguatan pendidikan agama. Kehadiran mushola di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan yang cukup mendesak,” jelas Abdul Waris Muin.
Melalui kegiatan monitoring ini, Pemerintah Kabupaten PPU bersama FKS PPU berharap adanya langkah konkret dan kolaborasi lintas pemerintah untuk mempercepat peningkatan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan optimal serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Penajam Paser Utara. (*)

