Bupati PPU Mudyat Noor saat memimpin jalannya Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
SumberNusantara, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait dengan penyelarasan program nasional hingga pelaksanaannya di tingkat daerah.
Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Setkab PPU tersebut dipimpin langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor dan dihadiri Kapolres PPU Andreas Alek Danantara, Dandim 0913 PPU Andika Gassakti, Kepala Kejaksaan Negeri PPU Devi Love Marbuhal Oktaria Hutapea, Ketua Pengadilan Negeri PPU Hartati Ari Suryanawati, Ketua DPRD PPU Raup Muin, Sekda PPU Tohar, Asisten II Sodikin, Kepala Badan Kesbangpol, serta Kepala Dinas KUKM Perindag.
Bupati PPU, Mudyat Noor memaparkan penyelarasan program Asta Cita Nasional dengan program pembangunan daerah. Pembahasan meliputi capaian dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, pengendalian inflasi, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Menurutnya, kolaborasi Forkopimda menjadi satu kesatuan penting dalam menjaga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Rakor bersama Forkopimda ini merupakan bentuk keseriusan kita dan wujud kolaborasi dalam memastikan setiap program baik yang menjadi amanat pemerintah pusat maupun pembangunan daerah dapat sejalan dan menyentuh langsung masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Program MBG di Kabupaten PPU saat ini tengah berjalan dan menunjukkan progres di dua kecamatan yaitu Sepaku dan Penajam. Program yang menjadi Asta Cita ini telah berjalan dengan total 7.257 porsi yang telah didistribusikan di Kecamatan Sepaku dan Penajam mencakup siswa TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK.
“Tentunya kita berharap progresnya terus bertambah hingga mencapai target yang ditentukan,” ucapnya.
Terkait pendirian Koperasi Desa Merah Putih, Ia meminta perangkat daerah terkait memberikan pendampingan maksimal, memastikan regulasi yang selaras, serta mengoptimalkan potensi desa.
“Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu daya dukung dalam menciptakan kemandirian usaha bila dikelola dengan baik dan mampu mengoptimalkan peluang potensi desa,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda PPU Tohar melaporkan langkah kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu kedepan sesuai intruksi surat oleh Kemendagri. Ia menyebutkan bahwa BPBD bersama TNI, Polri, dan perangkat Forkopimda telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana.
“Diperlukan kesiapsiagaan serta pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Bahkan, Ia menyampaikan terkait simulasi kesiap siagaan juga telah dilakukan bersama jajaran BPBD serta melibatkan unsur TNI dan Kepolosian termasuk perlengkapan dalam penanganan bencana mana kala terjadi dilapangan agar penanganan lebih cepat dan meminimalisir kondisi
”Melalui rakor bersama Forkopimda ini, Pemkab PPU menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan serta memastikan seluruh program dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Adv)

