SumberNusantara, PENAJAM – Penjabat (PJ) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan pemerintah kabupaten PPU.
Sejumlah jajaran Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) PPU hadir dalam upacara yang digelar setiap 1 Oktober ini, Minggu, (1/10/2023) di halaman depan kantor bupati PPU.
Selain jajaran Forkopimda PPU, tampak hadir Pj. Ketua TP PKK Kabupaten PPU, Linda Romauli Siregar, DPRD kabupaten PPU, para asisten, kepala dinas, kepala kantor, kepala bagian dan seluruh pegawai di lingkup PPU. Selain itu tampak juga sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, Organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di PPU.

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan pemerintah kabupaten PPU ini berjalan dengan khidmat yang dimulai pada pukul 08.00 Wita dan berakhir pada pukul 08.30 Wita.
Seusai upacara, Pj Bupati PPU Makmur Marbun mengucapkan terima kasih kepada unsur Forkompimda, Ketua DPRD beserta anggota dan seluruh elemen tokoh masyarakat yang telah hadir dalam mengenang semangat para pahlawan yang harus kita teruskan.
“Melihat semangat kebersamaan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memberi arti kesadaran bernegara, “ucapnya.
Lebih lanjut, PPU saat ini merupakan suatu daerah yang dituju oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia oleh karena itu semua harus bergerak cepat.
“Tidak menjadi penonton dan kita harus merubah cara berpikir,cara bertindak. Karena sekarang dibutuhkan percepatan-percepatan menuju era globalisasi didepan mata, “ujarnya.
Sebagaimana diketahui, setiap tanggal 1 Oktober, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kesaktian Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh Presiden Soeharto setelah peristiwa Pengkhianatan G30S/PKI pada 1965.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang kembali bagaimana Pancasila sebagai dasar negara berdiri teguh dari berbagai upaya yang dilakukan untuk menjatuhkannya.
Keteguhan Pancasila yang diterjang berbagai upaya membelokkan ideologi bangsa menjadikannya pusaka yang diakui kesaktiannya. Peringatan ini juga sebagai tanda penghormatan pada para pejuang yang gugur dalam mempertahankan Pancasila dalam peristiwa Pengkhianatan G30S/PKI.
Pancasila dirumuskan oleh Presiden Sukarno pada saat Indonesia merdeka. Lahir dari kontemplasi objektif saat itu, Pancasila diterima dengan tangan terbuka oleh segenap masyarakat Indonesia sebagai dasar negara. (Humas/mad/red)

