PENAJAM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Raup Muin menyebutkan ketersediaan pangan menjadi sektor dasar dalam pembangunan IKN Nusantara.
Ia juga mengatakan bahwa pertanian dan perikanan merupakan sektor paling dasar dalam pembangunan IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Banyak hal yang telah dilakukan Partai Gerindra melalui apspirasi G. Budisatrio Djiwandono untuk Kaltim dan PPU yang menyangkut dengan pangan,” kata Raup Miun usai Sosialisasi Kebijakan Perikanan Budidaya di Kabupaten PPU, Jum’at (09/12/2022).
Raup mengatakan bahwa sejak G. Budisatrio Djiwandono menduduki jabatan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dapil Kaltim, Budisatrio telah banyak memberikan bantuan dibidang pertanian, perikanan maupun kelautan. Baik itu bantuan langsung maupun bantuan tidak langsung seperti halnya dalam bentuk pelatihan maupun sosialisasi.
“Beliau berpesan kepada kami sebagai bagian dari Partai Gerindra untuk mengutamakan kepentingan masyarakat secara jangka panjang. Apalagi IKN kita harus menyiapkan insfrastruktur baik itu masalah pangan khususnya dibidang perikanan dan pertanian agar terdristribusi nanti di IKN,” lanjutnya.
Selain itu, Raup menambahkan bahwa bagi masyarakat yang belum tergabung dalam kelompok diminta untuk membentuk kelompok agar bisa mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah melalui apspirasi Partai Gerindra.
“Untuk mendapatkan bantuan masyarakat harus membentuk kelompok. Baik itu kelompok nelayan maupun kelompok tani. Nanti kita usulkan lewat dinas terkait,” lanjutnya.
Politisi partai Gerindra tersebut juga menyoroti kelangkaan pupuk petani di Kabupaten PPU. Ia menegaskan banyak keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk tersebut. Dan saat ini pihaknya secara tegas telah menyampaikan kepada dinas terkait jika ada ketersediaan pupuk terutama pupuk bersubsidi agar di sampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami akan mengawal, sebagai anggota DPRD PPU kami akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas terkait membahas kelangkaan pupuk saat ini,” pungkasnya. (hm)

