Audiensi ADWINDO PPU bersama Asisten II Setkab PPU, Hadi Sucipto, yang mewakili Bupati PPU, di ruang kerja Asisten II.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mematangkan persiapan untuk mengirimkan delegasi terbaik pada Pemilihan Duta Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam audiensi pengurus ADWINDO PPU bersama Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) PPU, Hadi Sucipto, yang mewakili Bupati PPU, di ruang kerja Asisten II, Kamis (20/8/2026).
Keikutsertaan PPU dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga regenerasi pemuda sekaligus memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Sejak 2014, Duta Wisata PPU tercatat konsisten menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Kaltim hingga nasional. Sejumlah capaian di antaranya masuk Top 5 Duta Wisata Kaltim, meraih gelar atributif dalam ajang Putri Pariwisata Indonesia melalui Nabila dan Dia Ardenia, serta prestasi Adil, warga Kampung Baru, PPU, yang berhasil meraih gelar 2nd Runner-Up pada ajang internasional Mister Tourism.
Di tengah transisi kebijakan di tingkat provinsi dan keterbatasan anggaran daerah tahun ini, ADWINDO PPU bersama pemerintah daerah membahas pola seleksi dan persiapan yang lebih efisien.
Asisten II Setkab PPU Hadi Sucipto mengatakan keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang bagi PPU untuk tetap berpartisipasi dalam ajang tingkat provinsi.
Ia mengapresiasi semangat para Duta Wisata PPU dan berharap mereka tetap optimistis membawa nama daerah ke tingkat provinsi hingga nasional.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita tetap optimistis dan terus memberikan dukungan. Mudah-mudahan Duta Wisata PPU dapat melaju ke tingkat provinsi dan nasional serta kembali menorehkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten PPU,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan ADWINDO PPU, Rhiyan, mengatakan keterbatasan anggaran dapat menjadi momentum untuk mendorong kreativitas dan memperkuat kolaborasi dalam mempromosikan potensi daerah.
“Keterbatasan anggaran tahun ini justru memicu kami untuk lebih kreatif dan kolaboratif. Fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan promosi digital melalui media sosial untuk mengenalkan destinasi wisata tersembunyi PPU, mulai dari wisata bahari hingga susur goa pesisir yang belum banyak terjamah,” katanya.
Selain mempersiapkan keikutsertaan dalam ajang pemilihan, Duta Wisata PPU juga diarahkan memperkuat sinergi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rhiyan menjelaskan, berbeda dengan sektor komoditas yang transaksi dan pemasarannya dapat dilakukan dari jarak jauh, sektor pariwisata membutuhkan kehadiran wisatawan secara langsung. Karena itu, penguatan narasi visual atau visual storytelling melalui konten video kreatif dinilai penting untuk menarik wisatawan dari daerah sekitar, khususnya Balikpapan dan Samarinda, berkunjung ke PPU.
Dengan dukungan latar belakang akademis para anggotanya, termasuk bidang Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Duta Wisata PPU diharapkan tidak hanya berperan sebagai representasi promosi pariwisata. Mereka juga diharapkan mampu mengenalkan potensi ruang dan destinasi wisata, menyusun strategi promosi yang tepat sasaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
PPU pun memastikan tetap ambil bagian dalam Pemilihan Duta Wisata tingkat provinsi. Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga eksistensi promosi daerah sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengharumkan nama Kabupaten PPU di tingkat regional dan nasional. (Adv)

