Kepala BPBD PPU, Nurlaila pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, di halaman kantor BPBD PPU. (Doc.ist)
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar apel siaga darurat bencana hidrometeorologi di halaman Kantor BPBD PPU, Sabtu (22/8/2026).
Apel dipimpin Kepala BPBD PPU Nurlaila dan diikuti unsur TNI, Polri, jajaran BPBD, serta sejumlah instansi terkait.
Nurlaila mengatakan, apel siaga tersebut digelar untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sistem komunikasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah PPU.
“Apel ini bertujuan untuk mengecek kesiapsiagaan personel, peralatan, dan sistem komunikasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Nurlaila.
Menurut dia, kesiapsiagaan lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan bencana. Dengan kesiapan personel dan sarana pendukung, respons terhadap kondisi darurat di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
BPBD PPU memastikan personel dan peralatan pendukung dapat dikerahkan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan penanganan di lapangan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten PPU telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi melalui Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kabupaten PPU Tahun 2026 pada Rabu (12/8/2026).
Penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana yang dapat terjadi selama musim kemarau, terutama kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Nurlaila menjelaskan, penetapan status siaga darurat dilakukan berdasarkan regulasi dan indikator kebencanaan yang berlaku. Dalam penanggulangan bencana, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota memiliki peran masing-masing, dengan BPBD menjadi salah satu unsur penting dalam koordinasi, komando, dan pelaksanaan penanganan di lapangan.
Selain itu, status siaga darurat memberikan kemudahan dalam pengerahan sumber daya, baik sumber daya manusia, peralatan, maupun logistik dari berbagai unsur. Dukungan tersebut dapat melibatkan instansi pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Tujuan kita bukan menihilkan terjadinya bencana, tetapi melakukan berbagai tindakan agar dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Ini hakikat dari kesiapsiagaan dan penanganan bencana,” jelasnya.
Melalui apel siaga tersebut, BPBD PPU menegaskan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya melindungi masyarakat dan meminimalkan dampak apabila bencana terjadi. (Adv)

