Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Balikpapan (UNIBA) Gelombang XX di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi berakhir.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Balikpapan (UNIBA) Gelombang XX di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi berakhir. Sebanyak 172 mahasiswa ditarik dari sembilan desa dan kelurahan setelah menjalankan program pengabdian kepada masyarakat selama satu bulan.
Penarikan mahasiswa KKN tersebut berlangsung di Aula Lantai I Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten PPU, Kamis (27/8/2026). Kegiatan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab PPU, Chairur Roziqin, Rektor UNIBA Isradi Zainal beserta jajaran, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU, para kepala desa dan lurah, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.
KKN UNIBA Gelombang XX dilaksanakan sejak 27 Juli hingga 27 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan 172 mahasiswa yang didampingi sembilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan ditempatkan di sembilan desa serta kelurahan di wilayah Kabupaten PPU.
Selama satu bulan berada di tengah masyarakat, para mahasiswa melaksanakan berbagai program pengabdian sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat di lokasi penempatan.
Dalam sambutannya, Chairur Roziqin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNIBA yang telah mempercayakan Kabupaten PPU sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus, tetapi juga merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kepada Universitas Balikpapan, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN. Kami berharap kerja sama dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten PPU dan Universitas Balikpapan dapat terus berlanjut dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Chairur juga berpesan agar berbagai pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama menjalankan KKN tidak berhenti setelah mereka kembali ke kampus. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami persoalan sekaligus potensi yang ada di daerah.
“Hari ini secara resmi kegiatan KKN berakhir, tetapi saya berharap semangat pengabdian tidak ikut berakhir. Jadikan apa yang telah kalian lihat, dengar, dan rasakan selama berada di tengah masyarakat sebagai pengalaman berharga,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chairur secara resmi menarik seluruh mahasiswa peserta KKN UNIBA Gelombang XX dari lokasi pengabdian dan menyampaikan ucapan selamat kembali ke kampus.
Sementara itu, Rektor UNIBA Isradi Zainal mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten PPU, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan KKN.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, pelaksanaan KKN Gelombang XX memberikan dampak positif bagi masyarakat di sejumlah lokasi pengabdian.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten PPU yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan KKN UNIBA, berdasarkan laporan yang kami terima, memiliki dampak bagi masyarakat,” katanya.
Isradi menegaskan, berakhirnya pelaksanaan KKN tidak berarti berakhir pula hubungan dan kerja sama antara UNIBA dengan Pemerintah Kabupaten PPU. Ia berharap kolaborasi kedua pihak dapat terus diperluas melalui berbagai program strategis, termasuk riset dan kegiatan akademik yang memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Ke depan, hubungan ini jangan hanya berhenti pada KKN. Masih banyak hal yang bisa kita kolaborasikan, termasuk riset dan kegiatan lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Dengan berakhirnya KKN Gelombang XX, sebanyak 172 mahasiswa UNIBA resmi menyelesaikan rangkaian pengabdian selama satu bulan di Kabupaten PPU. Program tersebut diharapkan menjadi pengalaman akademik dan sosial yang memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat serta pembangunan daerah. (Adv)

