Dinsos PPU Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Kelurahan Nenang.
PENAJAM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) melakukan pemantauan dan penanganan pascakebakaran yang terjadi di RT 06, Kelurahan Nenang, Kabupaten PPU, Rabu (2/9/2026).
Kepala Dinsos PPU, Ainie mengatakan sebagai bentuk respons terhadap masyarakat terdampak, Dinsos PPU menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada korban.
“Bantuan yang diberikan meliputi bahan kebutuhan pokok, sandang, serta sejumlah perlengkapan rumah tangga. Kami harap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan korban selama masa pemulihan setelah mengalami musibah kebakaran,” ujarnya.
Penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinsos dalam memberikan perlindungan dan pelayanan sosial kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Selain itu, langkah tersebut menjadi bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam penanganan kejadian tersebut, keberadaan Tagana turut mendukung proses pemantauan dan asesmen terhadap kondisi korban serta kebutuhan yang diperlukan di lapangan.
Dinsos PPU berupaya memastikan masyarakat yang terdampak bencana memperoleh penanganan dan dukungan dasar secara cepat dan tepat sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing.
Melalui sinergi Dinsos dan Tagana, pemerintah daerah terus memperkuat respons pelayanan sosial dalam menghadapi berbagai kejadian bencana, sekaligus memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan selama masa pemulihan.
Sekedar informasi, kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di RT 06, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam Rabu (2/9) sekitar pukul 10.45 WITA.
Berdasarkan data yang diperoleh, rumah yang terbakar merupakan milik Sakka (52). Bangunan berukuran sekitar 8 x 9 meter tersebut bermaterial kayu dan mengalami kerusakan berat hingga habis terbakar.
Peristiwa tersebut berdampak terhadap satu kepala keluarga (KK) yang terdiri dari tujuh jiwa. Selain Sakka, korban terdampak yakni Nur Lisa (39), Muhammad Irgawan (19), Nur Sabila (18), Bintang Febrianti (13), Mariam (12), dan Risky Sekiando (12). (Adv)

