Luas lahan yang terbakar terdiri atas sekitar 9,6 hektare lahan masyarakat dan 21,44 hektare areal perkebunan milik PT KMS. (Ist)
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lahan gambut di RT 11, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). Kebakaran menghanguskan sekitar 31,04 hektare lahan.
Berdasarkan laporan akhir penanganan karhutla, api mulai terdeteksi sekitar pukul 12.40 WITA dan laporan kejadian diterima pada pukul 12.53 WITA. Luas lahan yang terbakar terdiri atas sekitar 9,6 hektare lahan masyarakat dan 21,44 hektare areal perkebunan milik PT KMS.
Kepala BPBD PPU Nurlaila mengatakan, material yang terbakar berupa lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan, termasuk tanaman kelapa sawit.
“Lahan yang terbakar berada di kawasan RT 11 Kelurahan Petung dan sebagian merupakan areal perkebunan sawit milik PT KMS,” kata Nurlaila.
Lahan masyarakat yang terdampak tercatat milik Sarpomo dan Sukijan. Keduanya beralamat di RT 04, Dusun I, Desa Giripurwa. Sementara sebagian area lainnya merupakan lahan milik PT KMS.
Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Belum ada kesimpulan mengenai sumber maupun penyebab munculnya api.
Penanganan karhutla dilakukan tim gabungan yang terdiri atas Koramil Penajam, Kodim 0913/PPU, Brigade Karlabun Dinas Pertanian (Distan), BPBD PPU, dan PT KMS.
Pada hari pertama dan kedua penanganan, tim melakukan pemadaman menggunakan mesin portable dengan memanfaatkan sumber air dari drainase di sekitar lokasi.
Pada hari kedua, tim melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan dan pembersihan (clean up) di seluruh area yang terdampak. Penanganan di lahan masyarakat dilakukan oleh tim gabungan, sedangkan area milik perusahaan ditangani PT KMS.
Proses clean up dilakukan dengan menyisir bagian pinggir hingga tengah lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Seluruh proses penanganan selesai sekitar pukul 18.50 WITA. Setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan, tim menyatakan lokasi karhutla aman dan tidak menemukan potensi munculnya titik api baru.
Tim kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke pos masing-masing. Meski demikian, pemantauan kondisi lahan tetap diperlukan, terutama di kawasan gambut yang memiliki potensi munculnya kembali api apabila masih terdapat bara di permukaan maupun di dalam lapisan gambut.
Dalam penanganan tersebut, Brigade Karlabun Distan mengerahkan satu unit mobil slip on dan satu mesin portable. BPBD PPU mengerahkan satu unit mobil operasional, satu sepeda motor trail, serta satu mesin portable.
Sementara itu, Koramil Penajam menurunkan lima unit sepeda motor trail dan dua unit mesin pompa punggung untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan di lokasi.
Dengan selesainya proses pemadaman, pendinginan, dan clean up, area terdampak karhutla di RT 11 Kelurahan Petung untuk sementara dinyatakan aman dari potensi munculnya titik api baru. (*)

