Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang. (diskominfoppu)
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mematangkan strategi percepatan penyediaan cadangan air bersih bagi masyarakat. Fokus utama kebijakan ini terletak pada pengembangan Embung Lawe-Lawe dengan dukungan dari pihak Pertamina untuk mengoptimalkan kapasitas tampung air yang selama ini dinilai belum maksimal.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pengembangan embung dibandingkan membangun bendung konvensional. Keputusan tersebut diambil mengingat pembangunan bendung membutuhkan anggaran yang sangat besar dan dinilai kurang efisien di tengah keterbatasan dana daerah.
“Harapan kita dengan memaksimalkan embung ini, kita punya satu cadangan air yang bisa lebih maksimal. Kalau selama ini kan dia tidak tertampung secara baik ya, hanya lewat-lewat saja,” kata Nicko.
Selain memaksimalkan Embung Lawe-Lawe, pemerintah daerah juga sedang menjajaki pemanfaatan air dari Embung Buluminung sebagai cadangan alternatif. Penggunaan air dari wilayah tersebut memerlukan proses pengolahan khusus agar memenuhi standar kelayakan lingkungan dan kualitas air untuk konsumsi publik.
Nicko menekankan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan aspek biaya dalam menentukan solusi. Faktor kecepatan pengerjaan menjadi pertimbangan krusial agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan akses air bersih yang layak.
“Karena konsiderasinya ini bukan hanya masalah biaya, tapi adalah waktu. Karena kita tidak mungkin membiarkan nanti 3-4 bulan orang menunggu dulu progres proyeknya,” tambahnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten PPU sedang menyusun berbagai skema teknis untuk menuntaskan masalah ketersediaan air. Skema tersebut nantinya akan dibahas bersama pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mencapai kesepakatan terbaik bagi masyarakat luas.
Pihak eksekutif menyatakan optimisme bahwa solusi cepat dapat segera diambil. Permasalahan ketersediaan air ini telah menjadi perhatian utama dari pimpinan daerah, baik Bupati maupun DPRD, agar langkah konkret dapat segera dijalankan di lapangan.
“Saya yakin dan optimis bahwa persoalan ini jadi hal yang konsen dari Pak Bupati dan DPRD, sehingga nanti ada solusi yang secepatnya bisa kita kerjakan dan masyarakat bisa segera mendapatkan hasilnya,” ujarnya.
Sementara itu, proses pengisian air pada embung yang ada terus dilakukan secara simultan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan hasil nyata melalui perencanaan matang, sehingga kebutuhan mendasar warga terkait air bersih segera terpenuhi tanpa harus terhambat oleh durasi pengerjaan yang terlalu panjang. (Adv)

