DLH PPU gelar sosialisasi dan praktik langsung di Bank Sampah Permai Mandiri, Desa Girimukti.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pengurangan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat dimulai dari rumah tangga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, seperti yang diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi dan praktik langsung di Bank Sampah Permai Mandiri, Desa Girimukti RT 14, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jum’at (16/10).
Kegiatan yang melibatkan edukasi dan praktik pengolahan sampah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Warga diperkenalkan pada cara memanfaatkan sampah organik agar tidak sekadar dibuang, tetapi dapat diolah menjadi produk yang berguna.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik.
Sampah organik yang dimaksud antara lain sisa makanan, kulit buah, sayuran, serta bahan alami lainnya yang dapat diolah menjadi kompos. Melalui praktik secara langsung, masyarakat diharapkan memahami tahapan dasar pengolahan sampah tersebut sehingga dapat menerapkannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Melalui sosialisasi dan praktik secara langsung, warga diperkenalkan pada cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” ujarnya.
Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos memberikan alternatif pengelolaan sampah yang lebih produktif. Bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi pupuk untuk membantu menyuburkan tanaman.
“Pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat bagi tanaman, pengolahan sampah organik juga berpotensi mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut dan dibuang ke TPA. Langkah ini dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana di rumah, yakni memisahkan sampah organik dari sampah anorganik sebelum menentukan metode pengelolaannya.
Pemilahan tersebut menjadi tahap awal yang penting agar sampah dapat ditangani sesuai jenisnya. Sampah organik dapat dimanfaatkan melalui pengomposan, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah untuk dikelola lebih lanjut sesuai karakteristik dan potensi pemanfaatannya.
Melalui kegiatan di Bank Sampah Permai Mandiri, DLH PPU berharap masyarakat semakin terbiasa menerapkan pemilahan sampah dari rumah tangga. Pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi juga diharapkan dapat dilanjutkan menjadi praktik sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika kegiatan berlangsung.
“Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pengurangan sampah dari sumbernya. Upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada penanganan sampah setelah dikumpulkan, tetapi juga pada kebiasaan masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak awal,” jelasnya.
DLH PPU pun mendorong warga untuk menjadikan pemilahan sampah dan pembuatan kompos sebagai kebiasaan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk, masyarakat dapat mengambil peran nyata dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Memisahkan sampah organik, mengolahnya menjadi kompos, dan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten menjadi salah satu cara untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Kabupaten PPU. (Adv)

