Bupati PPU, Mudyat Noor. (doc.humaspemkabppu)
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot pengembangan Kawasan Industri Buluminung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi daerah sebagai Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) serta melakukan transformasi ekonomi di wilayah tersebut.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor sumber daya alam yang selama ini dominan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Talkshow Zona Inspirasi Kompas TV bertajuk Penajam Paser Utara, Menata Masa Depan, pada Rabu (4/11/2026).
Mudyat memaparkan bahwa posisi geografis Buluminung sangat strategis dengan dukungan akses Jembatan Pulau Balang dan Pelabuhan Buluminung. Konektivitas menuju kawasan industri lain di Kalimantan Timur menjadi modal utama untuk menarik para investor masuk ke daerah.
Terdapat empat klaster industri yang diprioritaskan berkembang di kawasan ini. Yakni industri material konstruksi pendukung IKN, industri pengolahan hasil pertanian, industri kimia maju berbasis lemak nabati, serta industri energi rendah karbon.
“Kita ingin hasil produksi daerah tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah,” ungkapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur strategis. Fokusnya meliputi peningkatan konektivitas jalan seperti ruas Penajam, Petung, Waru, Babulu, serta pembangunan Coastal Road dan optimalisasi pelabuhan.
Mudyat menyadari adanya tantangan dalam realisasi proyek, seperti keterbatasan fiskal dan koordinasi antarinstansi. Oleh karena itu, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mengupayakan dukungan pembiayaan dari APBN dan skema investasi.
Selain fisik, kualitas tenaga kerja menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Mereka akan mendorong pelatihan vokasi dan sertifikasi agar masyarakat lokal siap mengisi peluang kerja di sektor industri yang masuk.
Sektor UMKM juga didorong agar terlibat dalam rantai pasok industri seperti katering, transportasi, hingga jasa logistik. Hal ini penting untuk memastikan warga lokal turut merasakan dampak ekonomi dari pembangunan.
“Kita ingin masyarakat PPU menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi IKN, bukan hanya menjadi penonton dari perkembangan pembangunan yang berlangsung di wilayahnya sendiri,” tegas Mudyat.
Saat ini, PPU telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Sasamba dan Master Plan Tri City Development Plan. Ke depan, tiga prioritas utama yakni peningkatan SDM, transformasi ekonomi, dan konektivitas wilayah akan terus diperjuangkan demi kesejahteraan masyarakat. (Adv)

