DLH PPU Bersama DLH Kaltim dan FPIK Unmul Pantau Sampah Laut di Tiga Pesisir.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) mendampingi pelaksanaan sampling sampah di wilayah pesisir dan laut Kabupaten PPU bersama DLH Provinsi Kalimantan Timur dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul).
Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 September 2026 tersebut merupakan bagian dari Pemantauan Sampah Laut Kalimantan Timur Periode II Tahun 2026. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh data mengenai kondisi, jenis, dan karakteristik sampah yang ditemukan di wilayah pesisir dan laut.
Pelaksanaan pemantauan turut mempertimbangkan kondisi pasang surut air laut. Faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu pengamatan dan pengambilan sampel agar kegiatan di lapangan dapat berjalan secara optimal.
Kepala DLH PPU Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan, pemantauan sampah laut di wilayah PPU dilakukan pada tiga lokasi yang telah ditetapkan sebagai titik pantau.
“Di Kabupaten PPU, pemantauan dilakukan pada tiga titik pantau, yakni Pantai Corong, Pantai Nipah-Nipah, dan Pantai Tanjung Jumlai,” ungkapnya.
Menurutnya, pada setiap lokasi tim melakukan pengamatan dan pengambilan material sampah di kawasan pesisir. Proses sampling juga mencakup penyaringan atau pengayakan sedimen dan pasir pantai (sieving) untuk memisahkan dan mengidentifikasi material sampah berukuran kecil yang terdapat pada sedimen.
DLH PPU melalui Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 turut mendampingi tim selama proses pengamatan dan pengambilan sampel di lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan sampah laut secara berkala dan terukur.
Ia berharap hasil sampling dapat memberikan data yang lebih akurat mengenai jenis dan karakteristik sampah di wilayah pesisir PPU. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan pendukung dalam menentukan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah pesisir dan laut.
“Data hasil pemantauan ini penting sebagai bahan untuk melihat kondisi sampah di wilayah pesisir dan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengelolaan yang lebih tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan secara berkala juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian berbagai pihak terhadap kebersihan dan kelestarian ekosistem pesisir.
Melalui sinergi antara DLH PPU, DLH Provinsi Kaltim, dan FPIK Unmul, pengelolaan lingkungan pesisir diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya kawasan pesisir PPU yang bersih, sehat, dan tetap terjaga kelestariannya. (Adv)

