Kepala Bidang Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM — Upaya memperkuat akses antarwilayah sekaligus mengurangi persoalan genangan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui pembangunan infrastruktur yang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU saat ini tengah mengerjakan lima proyek fisik yang telah masuk tahap kontrak. Paket pekerjaan tersebut mencakup peningkatan dua ruas jalan dan pembangunan tiga saluran drainase di wilayah Penajam dan Babulu.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan pembangunan jalan diarahkan pada ruas yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat.
Dua ruas yang mendapat peningkatan berada di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, dan Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu. Keduanya menggunakan konstruksi rigid beton yang dinilai lebih mampu memberikan ketahanan terhadap beban lalu lintas dan penggunaan dalam jangka panjang.
“Total ada lima kegiatan yang sudah berkontrak, dua di antaranya peningkatan jalan dan tiga lainnya pembangunan drainase samping badan jalan,” kata Petriandy.
Salah satu pekerjaan berada di ruas Tugu Latsitarda hingga Jembatan Sesumpu atau Jalan Poros Pusat Pemerintahan. Proyek tersebut mendapat alokasi Rp7 miliar dan hingga saat ini progres fisiknya telah mencapai sekitar 30 persen.
Sementara peningkatan Jalan Lingkungan Sebakung Jaya memiliki nilai kontrak lebih besar, yakni sekitar Rp11,8 miliar. Pekerjaan di ruas tersebut telah mencapai sekitar 57 persen.
Menurut Petriandy, capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan proyek masih berada dalam kondisi positif karena realisasi pekerjaan lebih cepat dibandingkan target yang ditetapkan dalam kontrak.
“Secara umum progresnya berjalan baik, bahkan deviasinya masih positif. Artinya capaian pekerjaan masih lebih cepat dari target,” ujarnya.
Di sisi lain, pembangunan drainase diarahkan untuk mendukung keberlangsungan infrastruktur jalan. Tiga paket pekerjaan drainase seluruhnya berada di Kecamatan Babulu, masing-masing satu titik di Desa Gunung Makmur dan dua titik di Desa Rintik.
Total anggaran yang dialokasikan untuk tiga proyek drainase tersebut mencapai Rp8 miliar.
Pembangunan saluran air tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi genangan, tetapi juga mencegah air menggenangi badan jalan dalam waktu lama. Dengan demikian, umur layanan jalan yang telah dibangun maupun ditingkatkan dapat lebih terjaga.
Untuk jadwal penyelesaian, dua proyek peningkatan jalan ditargetkan rampung pada November 2026. Sedangkan pekerjaan drainase memiliki masa kontrak hingga awal September 2026.
“Untuk drainase, kontraknya berakhir awal September. Jika ada kendala seperti intensitas hujan yang cukup tinggi, memungkinkan dilakukan adendum atau penambahan waktu,” pungkas Petriandy. (Adv)

