SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat kerja lintas sektor untuk menindaklanjuti hasil monitoring terhadap kondisi infrastruktur penyeberangan di wilayah PPU.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Parlemen DPRD PPU, Senin (24/8/2026), dipimpin Ketua DPRD PPU Raup Muin bersama jajaran pimpinan komisi DPRD.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan terkait, di antaranya jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten PPU, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, pengelola dermaga, serta perwakilan masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
Rapat kerja tersebut membahas hasil peninjauan lapangan yang sebelumnya dilakukan DPRD PPU, khususnya terkait kondisi fisik fasilitas, tata kelola operasional, dan aspek keselamatan pada sejumlah titik penyeberangan.
Tiga lokasi yang menjadi perhatian dalam pembahasan meliputi Pelabuhan Speedboat, Pelabuhan Kelotok, dan Pelabuhan PHKT. Ketiga titik tersebut menjadi bagian dari jaringan transportasi air yang digunakan masyarakat untuk mobilitas antara Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan.
Ketua DPRD PPU Raup Muin mengatakan, monitoring dan rapat tindak lanjut tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik, termasuk memastikan fasilitas transportasi penyeberangan dapat digunakan masyarakat secara aman dan layak.
Menurutnya, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian bersama mengingat transportasi penyeberangan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat PPU.
Melalui rapat lintas sektor tersebut, DPRD PPU mendorong adanya koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, pengelola pelabuhan, dan masyarakat dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
Hasil pembahasan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait dalam melakukan perbaikan dan peningkatan pengelolaan infrastruktur penyeberangan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. (*)

