Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di Taman Rozeline, Kilometer 9 Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Pemkab PPU melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk melanjutkan penataan sejumlah fasilitas di kawasan taman.
Anggaran tersebut diarahkan untuk menyelesaikan pembangunan pagar bagian belakang, membenahi drainase, menata area parkir sepeda motor, hingga menambah jalur pedestrian.
Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, mengatakan pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam tahun anggaran 2026.
“Anggaran yang dialokasikan lebih kurang mencapai Rp1 miliar, anggaran tersebut untuk pagar, perbaikan drainase, parkiran motor, dan lainnya,” kata Khairil, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, penataan Taman Rozeline saat ini masih terus dilakukan secara bertahap. Jika mengacu pada kebutuhan dalam desain kawasan secara keseluruhan, realisasi fasilitas yang tersedia baru mencapai sekitar 70 persen.
Artinya, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi agar wajah Taman Rozeline dapat sepenuhnya sesuai dengan rancangan kawasan yang telah disiapkan.
“Untuk peningkatan sampai full desain Taman Rozeline, dengan kondisi saat ini masih sekitar 70 persen. Memang untuk kebutuhan di situ masih banyak,” ujarnya.
Tak hanya membenahi infrastruktur dasar, Disperkimtan PPU juga tengah mendorong penambahan fasilitas yang dapat meningkatkan daya tarik taman, terutama bagi anak-anak dan keluarga.
Salah satu fasilitas yang diusulkan ialah arena bermain anak. Sejumlah sarana yang direncanakan mencakup ayunan, jungkat-jungkit, serta jembatan lengkung.
Pengadaan fasilitas tersebut masih diupayakan melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Khairil menilai fasilitas bermain anak menjadi salah satu kebutuhan yang dapat dikolaborasikan dengan perusahaan melalui program sosial mereka.
“Untuk penambahan arena bermain anak, kami masih berupaya melalui CSR perusahaan. Permainan anak kan tidak berat kalau diusulkan ke perusahaan,” jelasnya.
Skema kolaborasi dengan dunia usaha sebelumnya telah membuahkan hasil. Taman Rozeline telah memperoleh bantuan kamera pengawas atau CCTV yang turut mendukung aspek keamanan pengunjung.
Kini, Disperkimtan kembali mengajukan sejumlah fasilitas tambahan kepada perusahaan.
“Beberapa waktu lalu kami juga mendapatkan bantuan CCTV untuk di Taman Rozeline. Jadi, kami ada lagi usulan untuk bantuan ayunan, jungkat-jungkit, dan jembatan lengkung,” ungkapnya.
Selain fasilitas bermain dan infrastruktur, pencahayaan kawasan juga menjadi bagian dari pembenahan Taman Rozeline.
Sejumlah titik masih dinilai kurang terang, terutama karena keberadaan pepohonan yang cukup rapat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena taman juga dimanfaatkan masyarakat hingga malam hari.
Disperkimtan PPU berencana melakukan penataan penerangan secara bertahap dengan memprioritaskan area yang masih minim cahaya. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat ruang publik tersebut semakin nyaman sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berkunjung pada malam hari.(Adv)

