Bupati PPU, Mudyat Noor.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Bendung Waru menjadi salah satu tumpuan utama dalam menjaga ketersediaan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terutama saat musim kemarau berkepanjangan. Untuk memperkuat pasokan air bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU berupaya mengoptimalkan pemanfaatan bendung tersebut melalui koordinasi dengan instansi teknis pengelola sumber daya air.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pembahasan mengenai pemanfaatan Bendung Waru telah dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
Menurut Mudyat, keberadaan Bendung Waru memiliki peran penting dalam menopang ketersediaan air ketika pasokan air menghadapi tekanan akibat musim kemarau. Karena itu, pemanfaatannya perlu dioptimalkan agar dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita sudah lakukan diskusi terkait bagaimana pemanfaatan Bendung Waru ini,” ujarnya.
Dalam pembahasan bersama BWS Kalimantan IV Samarinda tersebut, Pemkab PPU tidak hanya menyoroti kebutuhan air bersih, tetapi juga pengembangan jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian. Kedua aspek itu menjadi perhatian karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menunjang kegiatan pertanian.
Mudyat menyebut, hasil pembahasan tersebut juga telah disampaikan kepada kementerian melalui instansi teknis yang menangani. Ia mengatakan pihak BWS telah menerima arahan dari menteri terkait pembahasan yang dilakukan.
“Dalam diskusi itu kita juga sudah lapor dan itu memang teman-teman dari BWS ini sudah mendapat arahan dari Pak Menteri,” ungkapnya.
Pemkab PPU berharap koordinasi tersebut dapat mendorong pengembangan pemanfaatan Bendung Waru sehingga kemampuan penyediaan air semakin optimal. Dengan demikian, kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di Kecamatan Penajam, diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Biar air bersih yang ada di Kecamatan Penajam ini mungkin bisa teratasi,” ucapnya.
Mudyat kembali menegaskan pentingnya peran Bendung Waru dalam menjaga pasokan air selama musim kemarau. Menurutnya, bendung tersebut saat ini menjadi salah satu sumber penopang terbesar bagi ketersediaan air di wilayah PPU.
“Karena memang hari ini penyokong terbesar air kita itu di saat kemarau ini memang dari Bendung Waru,” ungkapnya.
Upaya optimalisasi Bendung Waru diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mendukung kebutuhan irigasi pertanian. Namun, tindak lanjut pengembangannya masih memerlukan koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangan pengelolaan sumber daya air. (Adv)

