Bupati PPU, Mudyat Noor membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) PPU Tahun 2026.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten PPU Tahun 2026 di Dome Anden Oko, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kreativitas di kalangan tenaga pendidik.
Porsenijar PGRI 2026 tidak hanya menjadi wadah kompetisi di bidang olahraga dan seni, tetapi juga sarana bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk membangun kebersamaan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat saling mengenal, memperluas jejaring, serta memperkuat persatuan dalam menjalankan tugas di bidang pendidikan.
Dalam sambutannya, Mudyat Noor mengapresiasi peran PGRI yang terus mendorong kebersamaan antartenaga pendidik sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten PPU. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul.
Ia menegaskan, tugas guru tidak terbatas pada penyampaian materi pembelajaran di ruang kelas. Guru juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai moral, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab dan semangat pantang menyerah kepada peserta didik.
“Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, membangun kedisiplinan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat pantang menyerah pada generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Menurutnya, peran tersebut menjadikan tenaga pendidik sebagai bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan sikap yang baik. Karena itu, pengembangan diri dan penguatan hubungan antarguru perlu terus didukung melalui berbagai kegiatan positif.
Mudyat berharap Porsenijar PGRI 2026 dapat menjadi kesempatan bagi para guru untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga maupun seni. Selain menjadi ruang aktualisasi diri, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan semangat para tenaga pendidik.
“Saya berharap Porsenijar PGRI Tahun 2026 dapat menjadi momentum bagi para guru untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, memperkuat solidaritas dan membangun hubungan yang semakin erat antar sesama tenaga pendidik,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Porsenijar ini, kebersamaan dan solidaritas di lingkungan tenaga pendidik diharapkan semakin kuat. Semangat sportivitas, kreativitas, dan persatuan yang terbangun selama kegiatan juga diharapkan dapat mendukung peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten PPU. (Adv)

