Sekretaris Diskukmperindag PPU, Samsul Adha.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) Penajam Paser Utara (PPU) memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat saat ini masih berada pada level normal. Hingga pertengahan November, belum ditemukan pergerakan harga yang signifikan di pasar-pasar tradisional.
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Samsul Adha, menyatakan pihaknya melakukan pemantauan rutin setiap hari melalui petugas lapangan. Langkah ini merupakan kegiatan standar untuk menjaga stabilitas harga pangan mulai dari cabai, ikan, hingga daging ayam.
“Saat ini kondisinya masih normatif dan belum ada pergerakan harga yang signifikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Puncak pemantauan baru akan dilakukan secara intensif pada awal Desember mendatang,” ungkapnya.
Samsul menjelaskan bahwa fluktuasi harga pada segelintir komoditas saat ini lebih disebabkan oleh faktor situasional. Contohnya, kenaikan harga kacang panjang yang mencapai Rp20.000 per kilogram disebabkan oleh kendala cuaca kemarau yang menghambat masa panen.
Selain sayuran, harga ikan kembung juga sempat tercatat mengalami kenaikan hingga mencapai Rp50.000 per kilogram. Kondisi tersebut murni dipengaruhi oleh ketersediaan tangkapan nelayan yang berkurang akibat faktor cuaca di laut.
“Harga bawang merah masih normal Rp38 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp40 ribu per kilogram. Yang naik itu kacang panjang mencapai Rp20 ribu per kilogram, dari harga normal berkisar Rp6 ribu hingga Rp15 ribu. Harga ikan kembung juga naik menjadi Rp50 ribu per kilogram,” ucapnya.
Lebih lanjut, Samsul mengungkapkan adanya tantangan distribusi di tingkat pedagang pasar. Sebagian pedagang lokal masih mengambil stok barang dari daerah lain seperti Balikpapan dan Surabaya, yang kemudian memicu penyesuaian harga akibat biaya transportasi tambahan.
“Intinya secara umum semua bahan pangan dalam kondisi aman dan stabil. Kalaupun ada satu atau dua produk yang naik, itu karena faktor situasional seperti cuaca yang sedang kurang mendukung,” ujar Samsul menambahkan.
Diskukmperindag PPU berkomitmen untuk terus menjaga transparansi data harga pangan harian. Laporan hasil pantauan pasar tersebut dikelola melalui grup koordinasi internal dan sistem pengawasan rutin demi menjamin ketersediaan stok bagi masyarakat PPU. (Adv)

