SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di lingkungan PT Waru Kaltim Plantation (WKP), pada Jumat (1/5), berlangsung berbeda. Tidak ada jarak antara manajemen dan pekerja. Sejak pagi, ratusan karyawan larut dalam kegiatan jalan sehat, senam bersama, hingga hiburan dan ramah tamah yang digelar di area perusahaan.
Momentum May Day kali ini dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat hubungan industrial di tengah dinamika industri perkebunan yang terus berkembang. Di saat isu kesejahteraan pekerja, keselamatan kerja, dan keberlanjutan usaha menjadi perhatian publik, PT WKP memilih merayakannya melalui pendekatan kebersamaan dan ruang dialog yang lebih cair.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti seluruh karyawan perusahaan. Suasana kebersamaan kemudian berlanjut melalui senam bersama hingga kegiatan hiburan dan ramah tamah yang menjadi ruang interaksi antara pekerja dan jajaran manajemen.
Manajemen PT WKP Miftahul Ulum, mengatakan peringatan May Day bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pekerja di setiap lini operasional.
“Keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari kerja keras seluruh tenaga kerja di setiap lini operasional perkebunan. Karena itu, perusahaan berkomitmen terus membangun hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif,” ujarnya.
Ia menilai peringatan Hari Buruh juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan komunikasi antara perusahaan dan pekerja dalam menghadapi tantangan industri ke depan. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menjaga produktivitas sekaligus kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.
“May Day bukan hanya simbol perjuangan pekerja, tetapi juga momentum memperkuat sinergi dan kebersamaan antara perusahaan dan pekerja demi kesejahteraan bersama serta keberlanjutan perusahaan,” kata Miftahul.
Pada momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi turut memberikan penghargaan kepada PT WKP atas partisipasi dan kontribusi perusahaan dalam mendukung rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional 2026.
Penghargaan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga praktik ketenagakerjaan yang berkelanjutan. PT WKP secara konsisten menempatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama perusahaan.
Dalam praktik operasionalnya, PT WKP juga menegaskan komitmen terhadap perlindungan hak asasi manusia dengan memastikan tidak adanya diskriminasi, kerja paksa, maupun pekerja anak.
Komitmen tersebut dijalankan seiring upaya membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh karyawan.
Semangat itu, menurut perusahaan, sejalan dengan komitmen membangun sinergi antara manusia dan keberlanjutan usaha demi mendukung pembangunan Indonesia yang lebih inklusif. (Adv)

