SUMBERNUSANTARA.CO.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat sinergi dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung pembangunan daerah. Kegiatan tersebut berlangsung dalam MoU Signing Ceremonial yang dirangkai dengan kuliah tamu bertema “Pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai Gerbang Nusantara” di Auditorium Kampus ITK, Balikpapan, Rabu (19/8/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan Rektor ITK Agus Rubiyanto bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten PPU Nicko Herlambang. Kegiatan turut ditandai dengan penyerahan plakat dari ITK kepada Pemerintah Kabupaten PPU.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi kedua pihak, terutama dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Nicko Herlambang hadir memberikan sambutan sekaligus menjadi narasumber kuliah tamu. Ia memaparkan kondisi serta sejumlah tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten PPU seiring dengan berlangsungnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Nicko, PPU memiliki peluang untuk melakukan penataan pembangunan secara lebih leluasa dibandingkan sejumlah daerah perkotaan yang telah berkembang. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya pendidikan anak usia dini (PAUD), pengolahan air limbah domestik, serta ketersediaan sumber daya air.
“Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya pendidikan anak usia dini (PAUD), penyediaan pengolahan air limbah domestik, serta ketercukupan sumber daya air masih menjadi tantangan,” ujar Nicko.
Ia menilai penyelesaian berbagai persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi melalui penelitian dan kajian yang menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu peluang kolaborasi yang ditawarkan adalah penelitian mengenai pemanfaatan void bekas tambang di wilayah PPU. Nicko berharap hasil kajian tersebut dapat mendukung pemanfaatan void sebagai salah satu sumber cadangan air baku.
“Kami berharap melalui kerja sama dengan ITK, dapat dilakukan penelitian terkait pemanfaatan void tambang yang ada di PPU sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cadangan air baku,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam, Nicko menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pengembangan SDM merupakan salah satu prioritas yang tercantum dalam visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten PPU.
Pemkab PPU telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, salah satunya melalui pemberian beasiswa bagi masyarakat PPU. Kebijakan tersebut, kata Nicko, sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Asta Cita Pemerintah Pusat.
Kuliah tamu juga diisi dengan sesi dialog bersama mahasiswa ITK. Diskusi berlangsung interaktif, terutama mengenai tantangan pembangunan PPU sebagai daerah yang sebagian wilayahnya berkaitan langsung dengan pembangunan IKN.
Sementara itu, Rektor ITK Agus Rubiyanto memberikan motivasi kepada mahasiswa asal Kabupaten PPU yang sedang menempuh pendidikan di ITK. Ia mendorong para mahasiswa memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya agar kelak dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Agus juga menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara ITK dan Pemkab PPU. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan Kabupaten PPU.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab PPU dan ITK diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan daerah, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengambil peran dalam perkembangan kawasan Gerbang Nusantara. (Adv)

