Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat hingga September 2026 sebanyak 66 hektare lahan tanaman padi dilaporkan gagal panen akibat dilanda kekeringan berkepanjangan.
Kemarau panjang yang terjadi bebelakangan ini berdampak pada sektor pertanian. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Babulu, Waru dan Penajam, sejumlah petani mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU Gunawan mengatakan, berdasarkan data dari pertengahan September 2026 lalu, Distan PPU mencatat sebanyak puluhan hektar lahan padi mengalami gagal panen.
“Berdasarkan data, ada 66 hektar lahan gagal panen dari total keseluruhan 242,5 hektar,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa ratusan hektar lahan juga sempat mengalami kekurangan pasokan air. Namun, tidak seluruhnya yang berakhir dengan gagal panen, karena masih sempat dilakukan penanganan dan dukungan sumber air.
Periode awal pada Bulan Mei, kata Gunawan, 200 hektare lahan tersebut mengalami kondisi yang sama. Namun berhasil diselamatkan, kondisi terakhir masih dapat berubah karena periode tanam tersebut bekum berakhir.
“Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian tanaman padi mengalami gagal panen,” ujarnya.
Gunawan juga mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan kembali, pihaknya telah mengalokasikan saran pendukung seperti pompa air dan jaringan irigasi perpipaan maupun perpompaan untuk mencukupi kebutuhan air.
Kendati demikian, dukungan yang telah disalurkan belum mampu menjangkau seluruh lahan pertanian. Pasalnya, masih terdapat lahan yang tidak memiliki sumber air di permukaan sehingga kebutuhan pengairan belum dapat terpenuhi secara optimal. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gagal panen di sejumlah lahan pertanian yang memang tidak memiliki air di permukaannya.
“Kami sudah mengalokasikan bantuan untuk menopang kebutuhan air, tetapi hanya untuk lahan yang tersedia air di permukaannya. Untuk lahan yang tidak tersedia air di permukaannya, ya, akhirnya gagal panen seperti yang ada ini,” pungkasnya. (Adv)

