Sekretaris Diskukmperindag PPU, Samsul Adha.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengintensifkan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok setiap hari. Data lapangan tersebut dihimpun secara berkala oleh tim bidang perdagangan sebagai bahan laporan penting dalam rapat pengendalian inflasi yang rutin digelar setiap hari Senin.
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Samsul Adha, memastikan petugas perdagangan turun langsung ke pasar guna mengecek dinamika kenaikan harga sembako. Pemantauan ketat ini dilakukan agar pemerintah daerah memiliki acuan data akurat dalam merumuskan kebijakan stabilisasi harga komoditas pangan.
“Kalau itu semaksimal mungkin kita selalu monitor ya, selalu monitor setiap hari itu kita akan dapat informasi itu. Teman-teman di bidang perdagangan selalu turun untuk mengecek harga, jadi tiap hari ada datanya,” ungkapnya.
Samsul menjelaskan, pendataan harga bahan kebutuhan pokok saat ini masih dikelola secara manual di internal bidang perdagangan. Laporan harian tersebut menjadi dokumen penting yang disiapkan setiap pekan khusus untuk menyuplai kebutuhan data dalam forum rapat evaluasi inflasi daerah.
“Saat ini masih belum bisa kita update di website ya, masih secara manual ada di bidang perdagangan sebagai laporan untuk rapat inflasi setiap hari Senin,” ujarnya.
Menanggapi fluktuasi harga komoditas di lapangan, Diskukmperindag PPU siap mengambil langkah intervensi pasar jika diperlukan, salah satunya melalui operasi pasar murah. Kendati demikian, Samsul menilai skema pasar murah hanyalah solusi sementara yang berfungsi sebagai stimulus ekonomi, mengingat daya jangkau program tersebut terbatas dan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Sebagai langkah perbaikan jangka panjang, Diskukmperindag PPU berencana memperluas keterbukaan informasi pangan melalui pembuatan papan display digital atau daftar harga langsung di area pasar tradisional. Langkah ini dirancang agar para pembeli maupun pedagang dapat memantau pergerakan harga komoditas pokok secara langsung dan transparan.
Pihak dinas juga tengah menyusun sistem digitalisasi pelaporan berupa website resmi yang nantinya dapat diakses secara publik. Melalui portal daring tersebut, data harian bahan pokok yang dipantau oleh tim lapangan dapat diperbarui secara waktu nyata (real-time) sehingga masyarakat bisa melihat perkembangan harga pasar secara dinamis. (Adv)

