Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPU, Peri Tangdirerung saat mendampingi masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses aplikasi. (doc.diskominfoppu)
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini telah membentuk 1.711 Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna mengoptimalkan penyaluran Program Perlindungan Sosial. Agen tersebut ditugaskan membantu masyarakat, terutama warga lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan akses teknologi digital.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPU, Peri Tangdirerung, menjelaskan bahwa para agen menjadi ujung tombak di desa dan kelurahan. Langkah ini diambil karena sosialisasi daring belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
“Karena itu, kami melakukan jemput bola ke lapangan. Pelaksanaannya juga perlu berkolaborasi dengan Disdukcapil, karena masyarakat harus memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) terlebih dahulu untuk mengakses Perlinsos,” ujar Peri saat sosialisasi di Desa Api-Api, Kamis (29/10/2026).
Capaian registrasi di setiap wilayah saat ini masih bervariasi. Desa Api-Api tercatat baru mencapai 24 persen, sedangkan Desa Sumber Sari sudah menyentuh angka 71 persen dalam proses pendaftaran melalui portal resmi.
Dinsos PPU mengakui terdapat kendala teknis dalam proses registrasi, termasuk gangguan server dan verifikasi wajah. Selain itu, keterbatasan jaringan internet di beberapa titik wilayah turut menghambat masyarakat dalam mengunggah data.
Menanggapi kendala tersebut, Dinsos PPU bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memperbaiki akses internet. Pihaknya juga melibatkan Bhabinkamtibmas untuk membantu menyosialisasikan program perlindungan ini kepada warga di pelosok.
“Kami berharap perbaikan server dapat segera dilakukan agar proses registrasi berjalan lancar. Di sisi lain, agen yang sudah dibentuk harus aktif mendampingi masyarakat, didukung perangkat desa, kelurahan, dan pengurus RT,” tambah Peri.
Saat ini, total registrasi program Perlinsos di Kabupaten PPU tercatat baru mencapai lebih dari 12 persen. Pemerintah setempat menargetkan seluruh masyarakat sudah terdaftar dalam sistem Perlinsos selambat-lambatnya pada 2027. (Adv)

