Kepala Bidang P2NAKERTRANS Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Eko Yulianto.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Jumlah pengangguran terbuka tercatat mengalami kenaikan tajam per September 2026 menjadi 3.997 orang. Angka ini melonjak signifikan jika dibandingkan dengan periode tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2.446 orang.
Lonjakan angka pengangguran tersebut dipicu oleh banyaknya lulusan sekolah baru serta menurunnya aktivitas sektor konstruksi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelemahan di sektor pembangunan fisik tersebut berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di lapangan.
“Faktor yang jelas itu, yang pertama karena lulusan sekolah, sama pembangunan di IKN berkurang jadi serapan tenaga kerja juga kurang, itu juga berpengaruh,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Pelatihan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P2NAKERTRANS) Disnakertrans PPU, Eko Yulianto.
Kondisi lesunya serapan tenaga kerja tersebut tecermin dari anjloknya ketersediaan lowongan pekerjaan. Pada tahun 2025 lalu terdapat 1.105 lowongan kerja yang dibuka, sedangkan pada 2026 jumlahnya merosot drastis hingga tersisa 250 lowongan karena banyaknya perusahaan yang absen.
Terkait perbedaan angka dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Eko mengakui bahwa data Disnakertrans memang tidak sinkron dengan lembaga statistik pemerintah tersebut. Hal itu disebabkan oleh adanya disparitas metode pendataan yang digunakan oleh masing-masing institusi.
“Pasti enggak sinkron sama BPS. Karena kita beda metodenya,” ucapnya.
Disnakertrans menghimpun data pencari kerja usia produktif berdasarkan laporan kartu AK-1 dan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil). Sementara itu, rujukan data nasional tetap mengacu secara resmi pada perhitungan BPS yang mencatat angka lebih tinggi, yakni menembus kisaran 5.000 orang.
Ditambahkan, menghadapi tren peningkatan angka pengangguran terbuka ini, pihak dinas memusatkan langkah penanganan pada pembukaan akses kerja. Strategi utama yang saat ini diandalkan adalah pelaksanaan program pelatihan kerja secara intensif dan penyelenggaraan bursa kerja atau Job Fair. (Adv)

