SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. PT Waru Kaltim Plantation (PT WKP), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro), turut memperkuat penanganan tersebut dengan mengerahkan personel dan sarana pemadaman, khususnya di Desa Sesulu dan Desa Api-Api, Kecamatan Waru.
Kedua wilayah tersebut menjadi salah satu fokus PT WKP dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bersama pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, serta unsur masyarakat, tim perusahaan melakukan pemadaman hingga pendinginan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.
Di Desa Sesulu, PT WKP turut menangani kebakaran pada lahan gambut. Karakteristik gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali menyala. Dalam penanganan tersebut, PT WKP mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (PMK), tiga orang koordinator, satu pengemudi, serta empat personel Fire Brigade. Pemadaman dilakukan bersama tim gabungan dengan dukungan tiga unit pemadam dari Waru dan satu unit Damkar Petung.
Tim PT WKP bersama unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap kondisi lahan guna mencegah api meluas ke area lainnya.
Camat Waru, Ahmad Yani, mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi penting dalam menghadapi risiko kebakaran lahan, terlebih ketika kondisi di lapangan membutuhkan penanganan dalam waktu panjang.
“Kami berterima kasih atas dukungan PT WKP dalam membantu pemadaman. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanganan kebakaran lahan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Ahmad Yani.
Manajemen PT WKP Miftahul Ulum mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen untuk turut menjaga wilayah di sekitar operasional perusahaan sekaligus mendukung pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran lahan.
“Penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Damkar, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat agar upaya pengendalian api dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” kata Miftahul.
Keterlibatan PT WKP dalam penanganan kebakaran di sejumlah wilayah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk turut menjaga lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dukungan tidak hanya diberikan ketika kebakaran terjadi di sekitar area perusahaan, tetapi juga ketika terdapat kebutuhan penanganan di wilayah lain yang membutuhkan tambahan personel maupun sarana pemadaman.
Dalam pelaksanaannya, PT WKP terus mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat. Sinergi antarpihak menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Melalui kesiapsiagaan personel, dukungan sarana pemadaman, serta koordinasi yang berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan, PT WKP berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan. (*)

