Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pun mendorong masyarakat memperluas praktik urban farming dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan rumah.
Salah satu contoh yang dinilai berhasil adalah pengembangan urban farming oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Waru. Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pekarangan rumah dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung ketersediaan pangan secara mandiri.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan kegiatan bercocok tanam di pekarangan dapat dilakukan dengan teknologi sederhana, hemat lahan, mudah dirawat, serta tidak bergantung pada musim.
“Keberhasilan urban farming PKK Kecamatan Waru bisa kita contoh, harapannya, pemanfaatan pekarangan ini bisa ditiru keluarga lain. Selain menambah keterampilan budi daya sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan kelompok masyarakat, termasuk TP-PKK, menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas gerakan menanam sayuran di lingkungan rumah. Karena itu, Distan PPU berharap praktik yang dikembangkan di Kecamatan Waru dapat diikuti pengurus TP-PKK di wilayah lain untuk mendorong lebih banyak keluarga menghasilkan pangan secara mandiri.
Pengembangan urban farming di Waru merupakan tindak lanjut workshop good agriculture practice yang diselenggarakan Distan PPU bersama Bank Indonesia pada 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan gerakan tanam cabai bersama TP-PKK Kabupaten PPU pada Mei 2026.
Gunawan menyebut keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari peran Ketua TP-PKK Kecamatan Waru yang aktif menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan. Distan berharap inisiatif serupa dapat berkembang lebih luas sehingga kegiatan bercocok tanam tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.
“Komitmen kami dalam mewujudkan peningkatan produksi pangan berbasis keluarga melalui pemanfaatan pekarangan. Kami harap seluruh ketua TP-PKK bisa melakukan hal yang sama dan mengajak masyarakat bercocok tanam sehingga ketahanan pangan akan dapat terwujud,” ujarnya.
Selain mendorong kegiatan budi daya, Distan PPU menyiapkan dukungan teknis bagi masyarakat. Pendampingan mencakup teknik budi daya, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga pengelolaan pascapanen.
Dukungan tersebut diperlukan agar hasil panen dapat dimanfaatkan secara optimal. Terlebih, ketika produksi meningkat, pengelolaan hasil panen menjadi penting untuk mengantisipasi potensi penumpukan komoditas yang dapat memicu penurunan harga.
Gunawan menambahkan, peningkatan produksi sayuran berbasis keluarga juga berpotensi membantu pengendalian inflasi daerah, khususnya untuk komoditas strategis seperti cabai.
“Ketersediaan hasil panen dari pekarangan ini dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga dan juga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar,” pungkasnya. (Adv)

