Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penyusunan ulang buku muatan lokal bahasa Paser untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini dilakukan karena buku pegangan yang digunakan saat ini belum menggunakan format bilingual atau dua bahasa, sehingga dinilai menyulitkan proses pembelajaran.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan ketersediaan buku pelajaran bahasa Paser yang mudah dipahami guru menjadi salah satu perhatian pihaknya. Menurutnya, buku yang memuat bahasa Indonesia dan bahasa Paser diperlukan agar materi pembelajaran dapat disampaikan dengan lebih mudah dan dipahami oleh pengajar maupun siswa.
“Saat ini buku yang ada itu hanya menggunakan bahasa Paser. Seharusnya bilingual, satu bahasa Indonesia dan satu bahasa Paser, jadi guru yang mengajar juga memahami materi yang disampaikan,” ungkap Durajat.
Ia menjelaskan, penggunaan buku bilingual akan membantu guru dalam menyampaikan materi bahasa Paser kepada siswa. Hal ini penting mengingat latar belakang siswa di PPU cukup beragam dan sebagian besar bukan berasal dari suku Paser.
“Jadi, buku pegangan yang dibutuhkan itu harus bisa dipahami pengajar, ya tentu dengan menggunakan dua bahasa,” ujarnya.
Untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Disdikpora PPU telah meminta bidang pendidikan dasar mengagendakan pertemuan guna meningkatkan kapasitas pelaksanaan pembelajaran muatan lokal bahasa Paser. Pemerintah daerah juga diharapkan mendukung penyediaan buku yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Selain itu, Disdikpora PPU berencana melibatkan Lembaga Adat Paser, tokoh adat, dan pemerhati bahasa daerah dalam pembentukan tim penyusun buku. Tim tersebut diharapkan dapat menyepakati ragam bahasa Paser yang akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan materi pembelajaran.
Durajat berharap penyediaan buku muatan lokal bahasa Paser dengan format bilingual dapat direalisasikan pada tahun depan. Pengadaan buku tersebut diharapkan dapat dilakukan oleh pemerintah daerah atau melalui penerbit yang mampu menyediakan buku sesuai kriteria dan kebutuhan sekolah.
“Kami berharap tahun depan ada penyediaan buku muatan lokal bahasa Paser. Bisa disiapkan pemerintah daerah atau melalui penerbit yang menyediakan buku sesuai kriteria yang dibutuhkan,” pungkasnya. (Adv)

