Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Ketersediaan meja dan kursi belajar masih menjadi persoalan di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan mebeler.
Pengadaan ini diprioritaskan bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas belajar secara lengkap atau menggunakan meja dan kursi dengan kondisi rusak berat. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau satuan pendidikan yang paling membutuhkan.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat mengatakan, seluruh anggaran pengadaan tersebut bersumber dari APBD PPU, bukan dari pemerintah pusat. Nilainya mencapai sekitar Rp1 miliar sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan fasilitas belajar di sekolah.
“Anggarannya dari APBD PPU, bukan dari pusat. Totalnya kurang lebih Rp1 miliar,” ujarnya.
Ia juga mengatakan penentuan sekolah penerima dilakukan berdasarkan hasil peninjauan langsung serta pendataan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. Dari kunjungan ke sejumlah sekolah, pihaknya menemukan masih ada ruang kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi siswa secara memadai. Sebagian sekolah lainnya masih menggunakan perabot lama yang kondisinya kurang mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Masih ada kekurangan sarana dan prasarana. Dari kunjungan ke beberapa sekolah, kami menemukan meja dan kursinya belum lengkap. Ada juga yang masih menggunakan meja dan kursi lama,” ungkap Durajat.
Untuk memastikan pengadaan tepat sasaran, Disdikpora PPU telah meminta bagian sarana dan prasarana mengidentifikasi sekolah yang membutuhkan penanganan. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan prioritas penerima bantuan.
Dari hasil kunjungan itu, kondisi di SDN 033 Penajam menjadi perhatian Disdikpora PPU, karena terdapat ada ruang kelas yang memang tidak memliki meja dan kursi yang memadai.
“Di SDN 033 Penajam, ada dua kelas yang tidak memiliki meja dan kursi. Anak-anak sampai menggunakan meja dan kursi seperti anak TK. Padahal, mereka sudah mulai besar, sehingga kondisi itu tentu tidak ideal,” katanya.
Dalam pengadaan tersebut, sejumlah sekolah telah mendapat alokasi mebeler dengan jumlah berbeda. SDN 002 Penajam di Jalan Provinsi Nenang, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, memperoleh 56 set. SDN 009 Penajam di Jalan Provinsi Kilometer 18 Petung, Kelurahan Petung, mendapat 93 set.
Berikutnya, SDN 017 Penajam di Kelurahan Petung memperoleh 56 set, sedangkan SDN 022 Penajam mendapat 84 set. Pengadaan juga menyasar sekolah di Kelurahan Riko, tepatnya di Kilometer 30 Jalan Poros Petung, dengan alokasi 56 set.
Durajat menegaskan, sekolah yang belum memiliki meja dan kursi atau mengalami kerusakan berat akan didahulukan. Sementara itu, kebutuhan sekolah yang masih menggunakan perabot lama tetap menjadi bagian dari pendataan untuk penanganan secara bertahap.
“Yang kami prioritaskan saat ini adalah sekolah yang betul-betul tidak punya meja dan kursi atau kondisinya sudah rusak berat. Memang masih ada sekolah yang fasilitasnya kurang memadai, tetapi yang kami data adalah yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (Adv)

