Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terlihat semakin tebal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU meminta perangkat daerah terkait meningkatkan pemantauan kualitas udara guna mengetahui tingkat pencemaran dan mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU menjadi instansi yang diharapkan melakukan pemeriksaan kondisi udara di wilayah terdampak. Langkah ini diperlukan untuk memperoleh gambaran berdasarkan hasil pengukuran, bukan hanya pengamatan visual terhadap kepekatan asap.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, mengatakan kondisi kabut asap belakangan ini terlihat lebih pekat dibandingkan pekan sebelumnya. Perubahan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena asap mulai mengganggu jarak pandang.
“Tapi memang di akhir-akhir ini kok tambah kabut. Kita liat di hari-hari biasanya itu tidak terlalu,” ungkapnya.
Waris menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan pemantauan kualitas udara oleh organisasi perangkat daerah yang memiliki kewenangan teknis. Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi udara secara lebih terukur sehingga langkah penanganan dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan.
“Tentu kami mendukung adanya pemantauan kualitas udara,” ucapnya.
Ia juga menggambarkan kondisi cuaca di PPU yang tampak mendung, sementara tanda-tanda hujan belum terlihat. Lapisan asap yang menyelimuti wilayah tersebut turut memengaruhi jarak pandang dan menambah kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan.
Meski demikian, tingkat pencemaran udara belum dapat dipastikan hanya berdasarkan ketebalan kabut yang terlihat. Karena itu, hasil pengukuran dari instansi terkait diperlukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih akurat.
Pemantauan tersebut juga diharapkan dapat menjadi dasar penyampaian informasi kepada masyarakat secara berkala. Informasi mengenai kondisi udara penting bagi warga, terutama mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan, agar dapat menyesuaikan kegiatan dengan situasi yang berkembang. (Adv)

