Kepala DPKP PPU, Fernando.
SUMBERNUSANTARA.CO.ID, PENAJAM – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga menangani berbagai kejadian darurat non-kebakaran yang membutuhkan bantuan penyelamatan. Sepanjang Januari hingga 5 Oktober 2026, tercatat lebih dari 1.000 kejadian non-kebakaran ditangani petugas di empat kecamatan di wilayah PPU.
Kepala DPKP PPU, Fernando, mengatakan laporan yang masuk cukup beragam, mulai dari evakuasi satwa liar hingga bantuan teknis untuk masyarakat. Penanganan ular, terutama jenis berbisa yang masuk ke pemukiman warga, menjadi salah satu kejadian yang paling sering dilaporkan.
“Penanganannya itu masih banyak yang berkaitan dengan hewan, termasuk ular berbisa. Sehari itu laporan yang masuk bisa lebih dari sekali,” ujarnya.
Berdasarkan rekapitulasi laporan operasi, petugas mencatat 487 kasus penanganan ular. Rinciannya, 274 laporan berkaitan dengan ular berbisa, 153 laporan ular tidak berbisa, dan 60 laporan merupakan temuan ular yang jenisnya tidak teridentifikasi.
Dari jumlah tersebut, Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan laporan terbanyak untuk penanganan ular berbisa dan tidak berbisa. Tercatat 142 kasus ular berbisa dan 107 kasus ular tidak berbisa berasal dari laporan warga di kecamatan tersebut.
Selain ular, DPKP PPU juga menerima 256 laporan evakuasi sarang tawon jenis Vespa dan lebah madu. Penanganan dilakukan untuk mengurangi risiko sengatan yang dapat membahayakan masyarakat, terutama ketika sarang ditemukan di sekitar tempat tinggal atau lingkungan yang sering dilalui warga.
Fernando menjelaskan, penanganan satwa liar dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi yang berwenang. Petugas terlebih dahulu mengamankan satwa sesuai kondisi di lapangan, kemudian menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
“Biasanya kami tampung terlebih dahulu, kemudian menghubungi BKSDA. Jika bisa diambil, satwa tersebut diserahkan. Jika tidak, kami lepaskan kembali ke habitatnya,” jelasnya.
Salah satu penanganan yang pernah dilakukan adalah evakuasi buaya yang ditemukan di sekitar wilayah Maridan. Setelah berhasil diamankan, satwa tersebut dikoordinasikan dengan BKSDA Kalimantan Timur untuk proses penanganan selanjutnya.
Di luar penanganan satwa, DPKP PPU juga mencatat 294 laporan kejadian darurat non-kebakaran lainnya. Laporan tersebut mencakup berbagai persoalan teknis yang membutuhkan bantuan petugas di lapangan.
Sebanyak 83 laporan berkaitan dengan kendaraan mogok, terkunci, atau terperosok. Sementara itu, terdapat 74 laporan penanganan tumpahan oli atau solar serta pembersihan saluran air yang tersumbat.
Petugas juga memberikan bantuan jumper aki sebanyak 31 laporan. Selain itu, terdapat 30 laporan pemotongan cincin, rantai, atau kail pancing, serta 22 laporan penanganan pintu rumah yang terkunci.
Adapun layanan penyaluran air bersih tercatat sebanyak 21 laporan. Beragam penanganan tersebut menunjukkan bahwa tugas DPKP tidak terbatas pada pemadaman kebakaran, tetapi juga mencakup bantuan penyelamatan dan pelayanan darurat bagi masyarakat. (Adv)

